Bicara pada Mi cepat saji

Doodle - Drawing 6 copy

Somi bicara pada segelas mi cepat saji, pada sejulur mi yang ia hisap sebelum ia potong dengan giginya dan memutus julur mi, menelan sebagian dan menjatuhkan sisanya yang kini berwarna merah oleh saus. Katanya pada mi cepat saji ‘Aku akan menelanmu saban hari, menghabiskan aneka rasamu di mini market terdekat.’

Somi selalu mengingatnya saat menyantap mi cepat saji. Mi cepat saji hampir setiap hari dia makan (dua kali sehari; sarapan dan makan tengah malam) sedang nasi hanya saat siang. julur-julur mi cepat saji juga mengingatkannya pada tali sepatu sneaker model boot berbahan kanvas yang dulu dikenakan Jumi.

Tiga tahun yang lalu mereka berdua selalu berlomba membeli dan melunakkan mi cepat saji aneka rasa, juga kopi cepat saji yang mereka seduh (banyak rasa dan murahan meski dijual juga di etalase supermarket). Perlombaan membeli dan melunakkan mi cepat saji dengan air panas itu selalu menyenangkan, mengagetkan dan mereka berdua sayang-sayangan dengan itu. Ada kalanya segelas mi cepat saji itu dimakan berdua, menghisap pelan julur-julur mi itu sampai menemukan sejulur mi yang masing-masing ujungnya menempel di bibir mereka berdua, sejulur mi akan memendek dan dua pasang bibir itu jadi dekat sekali jaraknya sebelum berciuman. Mi cepat saji membuat mereka berdua lupa gengsi dan mencari cara termudah untuk makan sebab mereka tidak mau waktu untuk berpelukan berkurang cuma gegara repot mencari makan di tempat makan yang menyenangkan atau di sebuah restoran yang baru saja buka. Tentu saja mereka tidak akan di restoran sebab uangnya memang tidak ada, uang mereka berdua dipakai untuk menyewa kamar kos murah di pinggiran kota. Sesekali Somi yang cepat-cepat memasak air panas, berpura-pura seperti memasak sayur untuk sarapan lalu dia akan membangunkan Jumi dengan kepulan asap mi cepat saji sambil bilang ‘bangun sayang, sarapan dulu’.

Dua tahun sebelum saat itu, saat Somi bicara sendiri pada mi cepat saji. Sumi menjadi pemenang pertama dari undian promo satu merk mi cepat saji berhadiah mobil. Sumi mendapat mobil itu setelah ratusan kali dia mengirim kode undian di kemasan mi cepat saji ke nomer yang tertera di kemasan. Sumi benar-benar mendapat hadiah mobil. Sumi sempat kebingungan cari uang untuk membayar pajak pemenang sampai kemudian ia dipinjami seorang temannya. Sumi berencana menjual mobil hadiah itu untuk membayar utang pajak pemenang dan balik nama kepemilikan mobil. Mobilnya begitu bagus, kecil memang tetapi berwarna merah menyala dan Sumi suka sekali di dalam mobil itu. Rasanya sungguh menyenangkan, adem dan dia terlihat lebih cantik juga elegan. Sumi tidak menjual mobil hadiah itu, ia sungguh suka. Ia menjual miliknya yang lain yang menempel pada tubuhnya, di dekat pangkal kedua pahanya.
Setahun sebelum saat itu Sumi muntah belaka saat disuguhi temannya mi cepat saji, setahun sebelum itu ia mulai makan di restoran hotel-hotel tempat dia menginap, breakfast dengan salad, omelet, sandwich, roti berlapis keju, potongan buah segar, sedikit nasi dengan makanan penutup kue tiramisu.

Somi pelan-pelan menghisap mi cepat saji-nya, ia sendirian di kos, ia menghisap mi julur demi julur mi cepat saji, mengunyahnya perlahan bagai mengunyah pelan semua kenangan sebelum melahap dan membuangnya ke lubang toilet esok hari sambil menghembuskan asap tipis untuk menghilangkan bau bumbu kimia mi cepat saji di mulutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s