Dua Kegelapan

sketch1492707835268

Opet Gondrong mengingat ajaran guru ngajinya dulu; Nabi Yunus berdzikir, bertahlil, bertasbih dan mengakui bahwa beliau orang yang zalim saat beliau ditelan ikan yang sangat besar dan menghadapi tiga kegelapan; Kegelapan Malam, Kegelapan Perut Ikan dan Kegelapan Bawah laut. Opet Gondrong memandang lubang bulat sempit pada bukit di pinggir dusunnya. Orang-orang dusun mengadakan undian siapa yang harus masuk ke lubang itu sebab lubang itu telah memakan korban, seorang anak perempuan kabarnya masuk ke lubang itu saat bermain petak umpet dan tak pernah muncul lagi sampai tujuh hari. Kebetulan anak perempuan itu anak Lurah yang semena-mena, tak ada yang berani melawan Si Lurah tapi tak ada juga yang punya nyali masuk ke lubang mirip gua di bukit itu. Lurah memutuskan akan menutup lubang itu tetapi sebelumnya harus ada lelaki dewasa yang masuk ke sana untuk mencari anak perempuannya yang tak kembali lagi setelah masuk lubang gua itu. Opet Gondrong yang kena undian itu (sebenarnya undian itu dicurangi, semua nama yang ditulis adalah nama Opet Gondrong). Opet Gondrong bersedia. Dia merasa hidupnya tidak disukai para penduduk dusun. Dia pengangguran, tak lagi punya orang tua atau sanak saudara, dia sering teriak-teriak membaca puisinya di tengah malam mengganggu tidur orang dusun, dia sering menyanyi ngawur, tak pernah belanja di warung, makan minta tetangga atau makan sajen untuk hantu penunggu pohon, selainnya Opet Gondrong tidak tampan dan jarang mandi sampai bau. Opet Gondrong mengalah dia akan masuk ke lubang gua itu.
Orang-orang dusun senang, mereka mengira-ngira apa Opet Gondrong akan kembali atau tidak, mereka bahkan bertaruh banyak uang dengan tebakan ‘Opet Gondrong akan kembali atau tidak setelah masuk lubang gua itu?’ Penduduk dusun yang tak punya uang pulang ke rumah menyeret kambing dan ayam-ayam untuk dijual berapapun lakunya, mereka tak ingin ketinggalan taruhan itu. Semua orang dusun ke lubang gua pada bukit di pinggir desa, ramai-ramai mereka akan menyaksikan Opet Gondrong masuk ke lubang gua itu dan jika sampai esok cahaya fajar pertama Opet Gondrong tidak muncul dari dalam lubang gua maka lubang itu akan ditutup selamanya, dicor dengan semen dan batu kali. Untuk itu orkes dangdut disewa mendadak, diminta main di bukit pinggir desa itu sehari semalam suntuk menunggu Opet Gondrong akan muncul dari dalam lubang atau tidak. Uang-uang taruhan ditumpuk. Diiringi sepuluh penyanyi dangdut menyanyikan lagu dangdut rancak Opet Gondrong masuk ke lubang gua itu tepat pada jam 9:30 pagi.
(Aku tak tahu apa yang dialami Opet Gondrong di dalam lubang gua itu. Dari tiga kegelapan aku hanya tahu dua kegelapan saja: Kegelapan dalam lubang gua sempit dan kegelapan pikir Opet Gondrong saat dia menerima undian untuk masuk lubang gua yang telah memakan korban itu. Tapi aku tahu apa ending-nya; Opet Gondrong yang pasrah pada hidupnya yang dia pikir zalim, yang tidak pernah berguna untuk penduduk dusun itu kemudian berpikir bahwa dapat undian celaka dan masuk lubang gua serta jadi bahan taruhan orang-orang dusun itulah kegunaan hidupnya, pertama serta terakhir kalinya untuk orang-orang dusun. Opet Gondrong salah, takdir berkata lain, ia tiba-tiba terjatuh di sungai jernih yang dangkal dan disambut ikan-ikan, di tepi sungai dia melihat anak perempuan Si Lurah tengah menyanyi merdu ditemani lelaki jangkung berewokan yang memainkan ukulele, mereka berdua ditemani kodok besar yang ikut menyanyi, membuat suara bas mengiringi nada petikan ukulele. Mereka semua tersenyum lebar pada Opet Gondrong).

sketch1493015476328

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s